Jumat, 08 April 2016

E-Learning



E-Learning
 

A.    E-Learning
E-learning merupakan singkatan dari Elektronic Learning dapat didefinisikan sebagai sebuah bentuk teknologi informasi yang diterapkan di bidang pendidikan berupa website yang dapat diakses di mana saja. E-learning merupakan dasar dan konsekuensi logis dari perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. Dengan e-learning, peserta ajar (learner atau murid) tidak perlu duduk dengan manis di ruang kelas untuk menyimak setiap ucapan dari seorang guru secara langsung. E-learning juga dapat mempersingkat jadwal target waktu pembelajaran, dan tentu saja menghemat biaya yang harus dikeluarkan oleh sebuah program studi atau program pendidikan.
  
Berikut beberapa pengertian E-learning dari berbagai sumber:
1.      Pembelajaran yang disusun dengan tujuan menggunakan sistem elektronik atau komputer sehingga mampu mendukung proses pembelajaran (Michael, 2013:27). 
2.      Proses pembelajaran jarak jauh dengan menggabungkan prinsip-prinsip dalam proses pembelajaran dengan teknologi (Chandrawati, 2010).
3.      Sistem pembelajaran yang digunakan sebagai sarana untuk proses belajar mengajar yang dilaksanakan tanpa harus bertatap muka secara langsung antara guru dengan siswa (Ardiansyah, 2013).

Karakteristik E-learning menurut Nursalam (2008:135) adalah:
1.      Memanfaatkan jasa teknologi elektronik.
2.      Memanfaatkan keunggulan komputer (digital media dan komputer networks)
3.      Menggunakan bahan ajar yang bersifat mandiri (self learning materials) kemudian disimpan di komputer, sehingga dapat diakses oleh doesen dan mahasiswa kapan saja dan dimana saja.
4.      Memanfaatkan jadwal pembelajaran, kurikulum, hasil kemajuan belajar, dan hal-hal yang berkaitan dengan administrasi pendidikan dapat dilihat setiap saat di komputer.

 

Manfaat E-learning adalah:
1.      Fleksibel. E-learning memberi fleksibilitas dalam memilih waktu dan tempat untuk mengakses perjalanan.
2.      Belajar Mandiri. E-learning memberi kesempatan bagi pembelajar secara mandiri memegang kendali atas keberhasilan belajar.
3.      Efisiensi Biaya. E-learning memberi efisiensi biaya bagi administrasi penyelenggara, efisiensi penyediaan sarana dan fasilitas fisik untuk belajar dan efisiensi biaya bagi pembelajar adalah biaya transportasi dan akomodasi.
4.      Penggunaan E-learning untuk menunjang pelaksanaan  proses belajar dapat meningkatkan daya serap mahasiswa atas materi yang diajarkan.
5.      Meningkatkan partisipasi aktif dari mahasiswa.
6.      Meningkatkan partisipasi aktif dari mahasiswa.
7.      Meningkatkan kemampuan belajar mandiri mahasiswa.
8.      Meningkatkan kualitas materi pendidik dan pelatihan.
9.      Meningkatkan kemampuan menampilkan informasi dengan perangkat teknologi informasi, dimana dengan perangkat biasa sulit dilakukan.
  
Adapun komponen-komponen yang membentuk e-Learning adalah:
1.      Infrastruktur e-Learning: Infrastruktur e-Learning dapat berupa personal computer (PC), jaringan komputer, internet dan perlengkapan multimedia. Termasuk didalamnya peralatan teleconference apabila kita memberikan layanan synchronous learning melalui teleconference.
2.      Sistem dan Aplikasi e-Learning: Sistem perangkat lunak yang mem-virtualisasi proses belajar mengajar konvensional. Bagaimana manajemen kelas, pembuatan materi atau konten, forum diskusi, sistem penilaian (rapor), sistem ujian online dan segala fitur yang berhubungan dengan manajemen proses belajar mengajar. Sistem perangkat lunak tersebut sering disebut dengan Learning Management System (LMS). LMS banyak yang opensource sehingga bisa kita manfaatkan dengan mudah dan murah untuk dibangun di sekolah dan universitas kita.
3.      Konten e-Learning: Konten dan bahan ajar yang ada pada e-Learning system (Learning Management System). Konten dan bahan ajar ini bisa dalam bentuk Multimedia-based Content (konten berbentuk multimedia interaktif) atau Text-based Content (konten berbentuk teks seperti pada buku pelajaran biasa). Biasa disimpan dalam Learning Management System (LMS) sehingga dapat dijalankan oleh siswa kapanpun dan dimanapun. Depdiknas cukup aktif bergerak dengan membuat banyak. Pustekkom juga mengembangkan e-dukasi.net yang mem-free-kan multimedia pembelajaran untuk SMP, SMA dan SMK. Juga mari kita beri applaus ke pak Gatot (Biro PKLN) yang mulai memberikan insentif dan beasiswa untuk mahasiswa yang mengambil konsentrasi ke Game Technology yang arahnya untuk pendidikan. Ini langkah menarik untuk mempersiapkan perkembangan e-Learning dari sisi konten.

B.       Cara Pembuatan E-Learning dengan Menggunakan Software i-Spring Presenter
  1. Pastikan jaringan internet terhubung ke PC/ laptop
  2. Siapkan powerpoint yang berisi tentang materi pembelajaran.
  3. Pada menu bar, klik “iSpring presenter”, kemudian klik “publish” 
 
   
4. Pilih iSpring online 
 

  5. Lalu klik player, apabila powerpoint yang ada tidak menggunakan tanda panah untuk diklik ketika memindahkan ke slide berikutnya maka klik lite, tetapi apabila powerpoint menggunakan tanda panah untuk memindahkan ke slide berikutnya maka klik none.
  
6. Buat akun iSpring online, dengan mengklik “change”. 

 
  
7. Masukkan URL, email dan password yang telah di daftarkan.

 

 8. KLik "publish"


9. Tunggu sampai proses generating flash movie selesai. Secara otomatis, file yang telah digenerate akan tersambung ke internet.
 
 


 10. Setelah terhubung ke browser, akan terhubung ke website ispring. Klik "preview'


11. Klik “launch course”

 

12. E-Learning berhasil dibuat.

 

 
Demikian cara pembuatan e-learning dengan menggunakan software iSpring Presenter. Selamat mengaplikasikannya. Semoga bermanfaat.
(Rosa Rahmatika)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar